MUARA ENIM – Dugaan ketidakwajaran penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, kian menguat setelah upaya konfirmasi dan permintaan penjelasan dari pihak terkait tak kunjung disahuti, Jum'at (17/07/26)
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan dan data yang dihimpun, selama tahun 2024 hingga 2025 pos pelaksanaan administrasi kegiatan sekolah tercatat menghabiskan dana mencapai Rp 470 juta lebih. Angka ini berkali-kali lipat melampaui batas ketentuan yang berlaku,yang menjadi pertanyaan apa saja yang di belanjakan dengan uang itu,?
Sementara itu, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang dianggarkan lebih dari Rp 190 juta dalam kurun waktu dua tahun, tak berbanding lurus dengan kondisi nyata di lapangan. Sampai saat ini masih terlihat jelas lantai yang pecah di sejumlah ruangan, kaca jendela rusak, serta lingkungan yang belum tertata rapi.
Tidak hanya itu, Kepala sekolah juga menganggarkan Pengembangan Perpustakaan dianggarkan mencapai kurang lebih Rp 273 juta lebih dalam kurun waktu 2 tahun,
Kalo dilihat Dengan anggaran segitu perpustakaan sudah sangat mewah dan layak tapi kenyataannya perpustakaan hanya biasa-biasa saja tidak terlihat menonjol dari anggaran tersebut
Untuk menerbitkan suatu pemberitaan yang akurat dan berimbang awak media telah berupaya menghubungi dan meminta penjelasan rinci terkait perincian belanja dan realisasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh kepala sekolah melalui pesan singkat via WhatsApp di nomor +62 852-7301-xxxx,
Namun hingga terbit nya berita ini, belum ada tanggapan maupun klarifikasi yang disampaikan oleh kepala sekolah.
Ketiadaan penjelasan ini justru menimbulkan kecurigaan mendalam bahwa penggunaan anggaran tidak sepenuhnya terealisasi sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku.
Masyarakat meminta agar instansi berwenang tidak menutup mata dan segera melakukan pemeriksaan mendalam.
"Jika penggunaannya benar dan transparan, seharusnya tidak ada hal yang ditutupi. Ketidaksediaan memberikan penjelasan semakin memperkuat dugaan adanya hal yang tidak beres," tegas tim media
"Jika anggaran perpustakaan, administrasi, dan perawatan begitu besar, seharusnya sekolah sudah sangat tertata rapi dan lengkap. Tapi nyatanya tidak demikian. Jika semuanya benar, seharusnya tidak ada hal yang ditutupi," tutup Tim media
Apabila tidak ada kejelasan yang memadai dalam waktu dekat, langkah audit menyeluruh menjadi jalan yang tak ter-elakkan demi menjamin setiap rupiah dana negara benar-benar dimanfaatkan untuk kemajuan pendidikan anak-anak di sekolah tersebut.
*(Joni/tim)



0 Komentar