Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad code

Diduga Berteduh Di Balik Pembekingan Oknum Ketua LSM, Kepsek SMPN 1 Tanjung Agung Diduga Kebal Hukum

Sumber fhoto : animasi Google 

 MUARA ENIM – 23 juli 2026 Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, selama dua tahun anggaran berturut-turut 2024 hingga 2025 semakin menimbulkan kecurigaan mendalam. 

Sikap tertutup serta belum adanya tanggapan resmi terkait kejanggalan anggaran ini justru memperkuat dugaan bahwa oknum Kepala sekolah seolah-olah merasa kebal hukum, karena diduga mendapatkan perlindungan khusus dari Salah Satu yang di duga Oknum ketua LSM,

Berdasarkan data resmi yang dihimpun, total anggaran yang dikelola mencapai ratusan juta rupiah, dengan rincian mencurigakan sebagai berikut:

- Pos Administrasi Kegiatan: Mencapai Rp 196,9 Juta (2024) dan melonjak menjadi Rp 273,6 Juta (2025) – angka ini jauh melampaui batas kewajaran ketentuan penggunaan Dana BOS.

- Pemeliharaan Sarana Prasarana: Dihabiskan ratusan juta rupiah, namun kondisi nyata di lapangan menunjukkan lantai retak, kaca jendela pecah, plafon bolong, dan lingkungan yang belum terawat.

- Pengembangan Perpustakaan: Mengalokasikan lebih dari Rp 270 Juta, namun belum terlihat fasilitas yang sebanding dengan besarnya dana.

Joni selaku korwil media sumsel terkini news menyampaikan ," dugaan kuat bahwa sikap tidak merespons konfirmasi ini tidak lepas dari adanya dukungan dan perlindungan dari oknum yang menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM )," tegas joni

Yang menjadi pertanyaan apakah dana bos tersebut juga mengalir ke kantong oknum LSM tersebut,?

Lebih mencengangkan lagi, oknum LSM tersebut diduga masih memiliki hubungan kekerabatan dekat sebagai keponakan dari pihak kepala sekolah. 

Hal ini membuat upaya pengawasan warga terasa terhalang dan sulit mendapatkan kejelasan yang transparan.

Perwakilan Media Sumsel Terkini News beserta Peran Serta Masyarakat Muara Enim Sumatera Selatan menegaskan tidak akan berhenti di sini. "Kami hanya meminta kejelasan data dan bukti fisik yang sah. Namun jika hal ini terus ditutupi dan dilindungi, maka kami tidak segan untuk menindaklanjuti,ke pihak berwenang," ujar Iswahyudi 

Pihaknya menyatakan dalam waktu dekat akan melaporkan seluruh temuan dugaan penyalahgunaan anggaran serta dugaan perlindungan pihak terkait kepada Aparat Penegak Hukum, yakni Kepolisian Resor Muara Enim dan Kejaksaan Negeri Muara Enim, untuk dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan menyeluruh.

"Baik pihak yang diduga menyalahgunakan anggaran maupun pihak yang diduga melindunginya, jika terbukti melanggar hukum, semuanya harus dimintai pertanggungjawaban secara adil dan transparan," tegasnya.

Seluruh bukti data anggaran, dokumentasi kondisi sekolah, serta bukti upaya konfirmasi yang tidak ditanggapi telah disiapkan secara lengkap untuk dilampirkan dalam laporan resmi.


*(Jn)

Posting Komentar

0 Komentar